Kementrian ESDM Kembangkan Desa Mandiri Energi

20 Aug 2010

Sumedang - Hingga saat ini, jumlah Desa Mandiri Energi baru mencapai 633 unit. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri menargetkan bisa membentuk sebanyak 2000 titik Desa Mandiri Energi secara nasional. Kementrian ESDM sebagai kepanjangan tangan pemerintah sangat berkepentingan dengan program ini mengingat stok energi nasional terus menipis.

NERACA

"Jumlah Desa Mandiri Energi akan terus ditambah karena mampu menyumbang pengurangan penggunaan minyak tanah dan gas elpiji di desa tersebut," ujar Menteri ESDM, Darmin Saleh usai meninjau Desa Mandiri Energi Berbasis Biogas di Desa Haur-ngombong, Kecamatan Pa-mulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis, 19 Agustus 2010.

Desa Haumgombong memiliki potensi ternak sapi yang cukup besar. Namun sayang, kotoran sapi dibuang percuma sehingga menimbulkan bau tidak sedap dari kotoran sa-pi. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran kemudian menggagas pembuatan energi biogas di desa tersebut pada tahun 2008. PT PLN kemudian ikut membantu dengan memberikan 10 unit genset, 10 paket penataan instalasi listrik rumah tangga dan 5 instalasi tembok permanen.

Tahun 2009, pihak pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Barat memfasilitasi percepatan pengembangan Desa Mandiri Energi Haur-ngombong melalui dukungan 61 unit biogas jenis fiber individual dan 1 unitbiogas komunal.

Menurut Darwin, saat ini desa tersebut sudah memiliki 130 unit biogas dan dimanfaatkan untuk keperluan memasak bagi 400 Kepala Keluarga (KK). Kedepannya, akan ditambah lagi dengan 150 unit Biogas sehingga bisa melayani 1000 KK.

Dia mengatakan potensi Biogas di Indonesia, sesuai hasil studi dari Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi Kementrian ESDM, mencapai sekitar 1 juta unit. Jika itu bisa direalisasikan maka akan menghemat penggunaan gas elpiji sebanyak 700.000 ton.

"Saat ini pemanfaatannya masih sekedar untuk memasak, kedepan akan kita dorong agar kualitas gas lebih baik sehingga bisa untuk lampu penerangan atau listrik," kata dia.

Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral juga menyampaikan dukungan melalui Program Desa Mandiri Energi Stimulus Fiskal berupa pengadaan satu paket pengolahan pupuk cair organik.

Secara nasional, pada tahun 2009, Pemerintah telah meluncurkan Program Biogas Rumah (Program BIRU) yang merupakan suatu program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda dengan ujuan untuk menciptakan sektor pasar biogas di Indonesia. Target program ini adalah untuk membangun 8000 digester biogas selama kurun waktu tiga tahun sejak tahun 2010.

Jawa Barat termasuk daerah yang menjadi sasaran dari program tersebut, selain itu Jawa Tengah, DI Jogjakarta dan Jawa Timur. Selanjutnya, Program BIRU akan mulai diimplementasikan di wilayah lain yakni Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan yang saat ini masih dalam tahap persiapan.

Sampai dengan bulan Juli 2010, jumlah unit digester biogas yang terbangun telah mencapai 361 digester. Untuk memperluas jangkauan program, Pemerintah melalui RAPBN telah mengangggarkan pola subsidi kepemilikan bio-gas rumah tangga.

Menurut Darwin, diperkirakan potensi energi air skala kecil mencapai 500 MW, potensi energi panas bumi mencapai 2,7 GW, dan potensi energi biomassa mencapai 49,8 GVV. Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional menargetkan tahun 2025, sebanyak minimum 17% dari kebutuhan energi nasional dipenuhi dengan memanfaatkan energi baru terbarukan.

Sementara itu General Manager PT PLN Distribusi I.iu.i Barat dan Banten (DJBB) A. Taufik Haji mengatakan PLN melalui program CSR akan terus mendukung terciptanya pengelolaan energi terbarukan oleh masyarakat

"Beberapa yang sudah kami dukung adalah pengembangan mikro hidro dan biogas," ujar dia saat mendampingi menteri.

Dia menegaskan program masyarakat untuk mengelola energi terbarukan akan menjadi prioritas pilihan dari kegiatan CSR N

Sumber : Bataviase.co.id



Comments