Dosen Universitas Brawijaya Ciptakan Kompor Biomassa Tanpa Asap


JUM'AT, 25 JUNI 2010 | 18:20 WIB

TEMPO InteraktifMalang - Nurhuda, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan kompor biomassa yang tak mengeluarkan asap. Kompor yang diberi nama UB-03 ini menggunakan sistem gasifikasi terpanaskan dan pembakaran secara turbulen. "Prinsip kerjanya dengan mengelola asap menjadi api," katanya, Jumat (25/6).

Menurut Nurhuda, kunci pengolahan asap menjadi api adalah pada gerak turbulen atau gerakan mengaduk yang menyebabkan pembakaran menjadi sempurna. Gerakan turbulen ditimbulkan aliran gasifikasi terpanaskan dan aliran udara sekunder. Namun alirannya mengarah ke bawah atau bertolak belakang dengan nyala api yang ke atas dari sumber pembakaran biomassa.

Prinsip aliran udara tersebut dinamakan counter flow burning mechanism, yaitu mekanisme aliran udara melawan arah api ke atas. "Inilah yang tu menyebabkan pembakaran yang lebih efisien," ujar Nurhuda. 

Dengan mekanisme itu, diperoleh keuntungan selain asap bahan bakar lebih sempurna terbakar, juga sebagian lidah api yang menjulur ke bawah bisa menyebabkan suhu ruang bawah makin tinggi.

Kenaikan suhu ruang bawah mempermudah proses gasifikasi terpanaskan. Pemanfaatan suhu gasifikasi yang mencapai 200 derajat celsius merupakan efisiensi pemanfaatan panas dari pembakaran sumber biomassa. "Kompor UB-03 menjawab tantangan energi bersih dengan teknologi tepat guna," kata Nurhuda.

Kompor UB-03 merupakan pengembangan dari Kompor UB-01 dan Kompor UB-02 yang diciptakan Nurhuda. saat ini, Kompor UB-03 sedang dalam proses pengurusan hak paten. 

BIBIN BINTARIADI

Ada komentar menarik dari pengunjung yg nickname nya Bung Inal, 

Penemuan ini bukanlah hal yang baru. Jadi tak usah lah pakai dihakpatenkan segala. Jika anda membaca banyak diskusi tentang kompor di internet, tentunya tahu dengan konsep gasifikasi TLUD (Top Lit Up Draft).

Konsep inilah yang dipakai oleh kompor ini. Jadi jangan merasa "menemukan" sesuatu dulu, padahal orang lain di luar sana sudah lama membahasnya.

Yang perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana memasyarakatkan dan memasarkan kompor ini sehingga limbah biomas bisa terpakai sebagai energi.


Comments