Energi Angin, Alternatif Pembangkit Listrik

Jum'at, 28 Oktober 2011 , 10:55:00
 
BOGOR-Hampir seluruh pembangkit listrik di dalam negeri, masih mengggunakan bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah yang  sangat besar.

Salah satu energi alternatif yang saat ini digodok adalah pemanfaatan pembangkit listrik tenaga angin. Mengingat, wilayah Indonesia masih memiliki potensi yang belum tereksplorasi untuk pembangkit yang satu ini.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dr Kardaya Warnika, mengatakan jika energi angin bisa diberdayakan sebesar lima persen, maka akan sangat berpengaruh besar terhadap minimalisasi penggunaan BBM untuk pembangkit listrik.

Ditemui Radar Bogor, Kardaya mengatakan, pembangkit listrik dengan energi angin ini masih dalam tahap sosialisasi. Karena progres yang akan dilakukan mulai tahun ini hingga 2014, akan fokus pada pemetaan wilayah.

“Terlebih dahulu harus diketahui titik mana saja yang memiliki potensi besar untuk membangun pembangkit. Sejauh ini, masih belum terlihat. Maka dari itu, pemetaan yang akan menjadi fokus kami,” ujarnya.

Mantan Kepala BP MIGAS ini menegaskan, salah satu pilot project yang sudah dijalankan terdapat di wilayah Aceh. Sejauh ini, penggunaannya terbilang berhasil karena mampu menghasilkan energi yang cukup besar.

“Indonesia sebenarnya bisa mencontoh Cina dalam hal energi angin untuk pembangkit listrik. Karena di Cina lebih dari 70 persen sumber energi listriknya berasal pembangkit energi angin. Jelas ini sebuah penghematan besar-besaran karena bahan bakar yang digunakan disubsidi pemerintah,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Energi Angin Indonesia (MEAI), Soeripno optimistis, keberadaan energi ini akan menjadi solusi untuk memenuhi keperluan terhadap energi listrik.

“Masalahnya adalah nilai jual terhadap perusahaan listrik. Apakah akan sesuai atau tidak. Selain itu, lokasi atau titik potensial yang belum diketahui secara pasti juga menjadi salah satu tantangan untuk mengenalkan pemanfaatan energi angin,” tandasnya.

Kendati demikian, jika dalam skala nasional penggunaan energi ini bisa diterima dan mendapat respons baik, maka akan merambah untuk melihat potensi di kawasan regional dan lokal. (mia)

Sumber : Milis Energi Angin 


Comments