Home‎ > ‎Topik‎ > ‎Energi‎ > ‎Energi Terbarukan - Renewable Energy‎ > ‎003. Mikrohidro (Microhydro)‎ > ‎FAQ‎ > ‎

Konversi Sistem AC ke DC pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Oleh : Sentanu 

Arus AC dirubah ke Arus DC dapat menggunakan Dioda, seperti banyak diterapkan pada sistem power electronic.  Contoh paling dekat adalah ballast lampu hemat energi yang menggunakan 4 dioda (bridge) seri 1NXXXX, setelah jadi arus DC akan dijadikan apa ? karena kebanyakan peralatan listrik membutuhkan arus AC, 50 Hz, 220 Volt.

Stabilitas tegangan dan frekuensi output memang masih menjadi masalah umum instalasi PLTMH, apalagi jika debit air kurang dari debit desain turbin dan/atau  beban listrik melebihi desain kapasitas daya PLTMH. Solusi masalah tersebut tergantung dari sistem PLTMH yang digunakan, tipe turbin, tipe dan kapasitas generator, dan sistem kontrol yang digunakan.

 

Generator sinkron seperti Denyo 3 KVA dan 5 kVA tidak menggunakan AVR (Auto Voltage Regulator) sehingga stabilitas tegangan dan frekuensi sangat bergantung dari stabilitas penggerak. Catatan : generator tersebut  biasanya digunakan dengan penggerak mesin diesel/bensin (motor bakar), mesin/motor bakar dapat dengan mudah mempertahankan kecepatan putaran dan menambah atau mengurangi daya ke poros generator, di lain pihak turbin air tidak semua dapat melakukan hal tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan Controller yang pas dengan sistem PLTMH yang digunakan.

 

Dummy, berfungsi tetapi tidak dianjurkan. Ada yang pernah mencoba output dari PLTMH digunakan untuk charging aki 12 Volt, lalu aki tersebut digunakan untuk catu Inverter DC to AC dan berhasil diperoleh tegangan 220 Volt 50 Hz dengan tegangan dan frekuensi yang stabil. Ide tersebut berfungsi sempurna walaupun perlu diperhatikan faktor efisiensi dan arus AC yang tidak sinusoidal. Harga inverter DC to AC 1 KW yang umum dijual di pasar sekitar Rp 800,000,- tetapi inverter pure sinusoidal dengan daya yang sama bisa lebih dari 3 juta, dan susah didapat.

 

Sharing,  saya juga kepikiran untuk mendistribusikan listrik dengan arus DC agar dapat dengan mudah menggabungkan beberapa PLTMH dengan daya kurang dari 5 KW, tanpa harus sinkronisasi fasa dan frekuensi. Tinggal mengatur tegangan pada setiap sumber pembangkit untuk interkoneksi. Ketika akan dipasok ke konsumen atau di titik sambung ke konsumen di pasang DC to AC converter, ke arus AC 50 Hz 220 V dengan H-Bridge Converter. Tegangan tidak diturunkan menjadi 12 Volt, tetapi tetap setara 220 Vrms sehingga ketika konversi ke AC bisa langsung menggunakan H bridge, tidak perlu lagi rangkaian untuk menaikan tegangan (boost converter) dengan demikian efisiensi konversi tetap tinggi; Apakah sudah ada yang coba konversi DC 400 Volt ke AC 220 Vrms dengan H-Bridge MOSFET atau IGBT (seperti komponen yang digunakan di Inverter welder) ? mohon masukannya.




Comments