Peranan Ahli Geologi dalam Pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro)

Salam Sejahtera

Punten ikut nimbrung, Pembangkit Listrik Tenaga Hidro (Air) melibatkan banyak disiplin ilmu, termasuk meteorology (hydro-meteorology). Semakin besar skala kapasitas pembangkitan biasanya memiliki resiko yang lebih besar, meluas, dan sudah tentu membutuhkan biaya lebih mahal dan waktu yang lama, Oleh karena itu, perlu dilakukan rasionalisasi kebutuhan tenaga ahli sesuai dengan skala tingkat resiko, ekonomi, dan waktu agar proyek PLTMH masih layak.

 

Mengacu pada awal perkembangan konsep MIcroHydro Power (PLTMH) sebagai perlawanan terhadap “Big Dam Project”, dengan keterbatasan tenaga ahli di negara belum maju (seperti Indonesia); dilakukan upaya simplifikasi penyederhanaan desain Hydropower agar bisa direncanakan, dibuat, dibangun, dioperasikan, dan dipelihara oleh seorang sarjana yang belajar ilmu fisika. Keluar-lah desain tipikal PTMH dengan kriteria sebagai berikut :

·         Menggunakan sistem run-off river, tidak menggunakan bendungan (dam)  ; keahlian AMDAL

·         Tinggi bendung (weir) tidak lebih dari 2 meter ; keahlian Sipil, Geologi, Hidrologi

·         Head tidak lebih dari 50 meter ;keahlian Mekanik, Sipil

·         Kapasitas daya poros turbin kurang dari 50 kW ; keahlian Mekanik

·         Listrik tegangan rendah, kurang dari 220/380 V ; keahlian Listrik

Jika desain berada di luar range tersebut, maka diperlukan tenaga ahli pada bidang masing-masing.

 

Kembali kepada subject keahlian Geologi dalam pembangunan Hydropower, keahlian tersebut dibutuhkan dalam perencanaan bangunan sipil, bendungan, konstruksi bendung, water way, support and anchor block pipa pesat, bangunan power house, dsb. Seorang geologist bertugas untuk memberikan informasi sebagai berikut :

·         Karakter geoteknik, sejarah pengendapan, orientasi, lateral extent, dan ketebalan tanah di bawah site dan di lereng yang berdekatan.

·         Batuan ; Karakter, lateral extent, dan ketebalan

·         Struktur Geologi : rock unit attitudes, faults and joint systems, folding, and intrusive bodies.

·         Geohydrology ; kondisi muka air;  koefisien transmisivitas tanah dan batuan, dan area recharges

·         Kondisi dan potensi terjadinya ground failure dan subsidence, termasuk stabilitas batuan dan tanah, kondisi dispersif tanah,  dan potensi liquefaction.

·         Resiko tingkat kerusakan pada Bendungan dan area reservoir

 

Sebagai contoh kerja geologist yang menentukan adalah rekomendasi memindahkan lokasi bendung Jatiluhur (Juanda) lebih ke depan, karena batuan dan tanah di site awal tidak stabil. Rekomendasi ini membuat seluruh DED bendungan dibuat lagi dari awal.

 

Salam Sejahtera

sentanu@gmail.com


Sumber : Milis Jejaring Mikrohidro



Comments