Home‎ > ‎Topik‎ > ‎Entrepreneurship (Kewirausahaan)‎ > ‎Referensi‎ > ‎103 Inovasi 2011‎ > ‎

Alat Pencuci Rumput Laut dengan Pedal Power

Dear all
Hasil pertanian , perikanan, peternakan dan perkebunan rakyat , sering jauh dari harga standard karena masalah quality , baik itu kebersihan maupun juga dipalsukan.
Ada sapi , ayam , kambing gelonggong, maksudnya dicekokin air biar tmbh beratnya. Kopi campur batu , susu dicampur santen & air, garam dicampur pasir , dsb dsbnya.
Untuk dapat uang lebih saat itu mereka lakukan dan membuat konsumen tidak percaya lagi , tanpa memikirkan jangka panjang dan masa depan yg akibat perbuatannya konsumen tidak kembali lagi.
Kejadian tsb masih akrab dg kita , makanya si pembeli akan sangat hati hati dan berusaha untuk menekan harga ( ongkos per tipuan ) , dimana yg jujur jadi korban. sampai kapan hal ini dapat diselaraskan , kayanya sulit sekali , sekarang timbul alat pengecekan dan ukuran , yg dapat disetel , dan para peternak - petani merasa dirugikan atau dipermainkan.
Gabah basah dan gabah kering , beda sekali harganya , sedangkan kalau kita perhatikan , para petani mengeringkan padinya dengan alam , kalau kena hujan ya basah lagi.
Standard proses agar harga hasil pertanian dsbnya pantas dan terstandard , banyak teori kesalahan dan dibuat salah untuk bisnis , sungguh sangat ruwet yg sebenarnya mudah , menjadi susah dan membuang tenaga untuk otot ototan .
Salah satunya adalah komoditi rumput laut , supaya beratnya nambah diberi lumpur , naah konsumen luar negeri tidak mau terima , pengexport harus menyediakan peralatan dan kerja tambah lagi , yg jelas dibebankan ke harga dimana market price tetap , maka buying price ditekan , gak mau ya sudah, petani terkena ? ya , yg jujur terkena, yg tdk jujur bodo amat , naah ini muter terus tak pernah akal akalan ini habis, ini yg membuat lubang untuk ngepres atau tawar tawaran tiap kali . dan yg butuh pasti kalah.
Salah satu karya inovasi teknologi anak bangsa yg sederhana dan dapat dipunyai oleh para petani dg harga murah adalah pencuci rumput laut seperti terlampir

Sumber : MIlis BizInov


Comments