Home‎ > ‎Topik‎ > ‎Entrepreneurship (Kewirausahaan)‎ > ‎Referensi‎ > ‎103 Inovasi 2011‎ > ‎

CABAI BESAR dan pedas

Dear all
Cabai di Indonesia sangat mempengaruhi perekonomian rakyat kecil , dimana cabai naik , semuanya ikut naik dan membuat masyarakat kecil terpengaruh langsung dengan ongkos dapurnya.
Pernah harga cabai menembus angka Rp 100 rb / kg nya, sehingga penjualan gorengan tanpa ada cabainya, dan kalau ingin minta cabai , tdk gratis lagi , harus bayar, Masakan padang sangat terpengaruh dengah kenaikan tsb , sehingga rasa masakan padang menjadi bukan Padang lagi. dan sambel Sunda , tidak pedas lagi , rasanya asem karena Tomat, akibatnya selera makan masyarakat turun drastis, yg biasanya nambah nasinya tidak jadi nambah , kalau ini dikalikan dg 80 % penduduk yg suka cabai , maka konsumsi beras akan turun dsb dsb , Hanya karena kebiasaan dari kecil dg pedas , maka cabai sangat mempengaruhi masyarakat . Mungkin kalau kita iseng memikirkan kenapa cabai menjadi salah satu bahan pokok masyarakat Indonesia, dikarenakan kebiasaan yg dibuat oleh masyarakat , karena lauk pauk mahal kebanyakan masyarakat makan dengan garam , kecap krn tdk mampu membeli lauk dan anak diberi Cabai , agar anaknya tdk nambah makannya, siapa tau ini benar.
Dari kenyataan lapangan , dengan harga naik dan turun yg sangat besar , membuat petani cabai kaya mendadak atau bangkrut mendadak , Rasanya yg pedas dan makin pedas , seperti makan dg cabai yg tdk pernah berhenti untuk mencoba menanam dan berbisnis cabai , malah lucunya import cabai dari negara tetangga., Standard kepedasan dari 0 - 10 pernah dibicarakan dalam milis ini , sensasi rasa pedas membuat inovasi dalam bisnis, rawon setan , benar benar rasanya pedas kesetanan.
Salah satau Karya anak bangsa dalam Inovasi Teknologi , dimana Indonesia baru saja kehilangan tokoh yg waktu dan pikirannya dicurahkan sepenuhnya untuk meneliti , mengamati dan menghasilkan benih benih khusus dan unggul dalam hasil perkebunan dan pertanian , adalah Prof.Dr.Ir Sriani Sujiprihati, MS , telah berpulang , kita semua kehilangan seorang tokoh yg sangat produktif dalam mengembangkan hasil pertanian dan telah menularkan kepandaiannya kepada murid muridnya , Kita berbela sungkawa atas wafarnya Prof Sriani , mudah mudahan hasil karya beliau dapat disebarkan lebih luas dan dimanfaatkan masyarakat . Bagi anda yg menginginkan informasi langsung dapat menghubungi
ditrks_ipb@yahoo.com,telp  0251-8624512/08129553633

Sumber : Milis BizInov


Comments