Home‎ > ‎Topik‎ > ‎Entrepreneurship (Kewirausahaan)‎ > ‎Referensi‎ > ‎103 Inovasi 2011‎ > ‎

Peremajaan Minyak Jelantah dengan Ampas Nanas

Dear all
Limbah , sampah , atau sisa organik , menumpuk dan dibuang percuma didepan mata kita , tidak ada yang salah , karena memang harus dibuang dan juga untuk apa. Lain kalau limbah itu dalam jumlah besar krn industri rumah tangga atau industri besar, akan membuat si empunya pusing .
Penelitian dalam pemanfaatan limbah saat ini berkembang terus, bukan hanya bagi para ahli , tetapi masyarakat umum juga peduli dengan sampah, starter untuk ber inovasi , makin marak karena contoh kesuksesan inovasi jelas sekali dan dapat dilihat dimana mana , BIC pun makin terus mendekat kemasyarakat , walau dg cara nempel sana sini tanpa ongkos , untung banyak teman yg memang peduli dan memahami kami , sehingga kamipun terus dapat ber komunikasi dg masyarakat luas, agar kata inovasi lebih dikenal dan dapat menjadi trigger untuk ber inovasi bagi kepentingan kita semua. Kembali BIC ada di Mall , walau tidak seperti bulan Feb - Mart lalu , tetapi BIC tetap ada di mall,, Minggu ini di Botanie square dan Minggu depan di Taman Anggrek. Cukup menggembirakan hasil yg kami informasikan langsung kemasyarakat dan mendapat tanggapan positive, walau belum sebesar harapan semuanya yg ingin dan berharap instant, tetapi jelas impact bagi inovasi teknologi makin terlihat.
Satu karya anak muda yg tdk hanya tawuran , mengajak kita untuk memproduksi sesuatu dan waste nya bisa dipakai untuk memurnikan minyak jelantah , dimana harga minyak goreng makin mahal , sehingga jelantah selalu dipakai dan dipakai , yg tentunya sangat membahayakan kesehatan. Hasil penelitian anak muda dengan menggunakan ampas nanas , menghasilkan sesuatu yg belum pernah dilakukan.

Sumber : Milis BizInov


Comments