Home‎ > ‎Topik‎ > ‎Entrepreneurship (Kewirausahaan)‎ > ‎Referensi‎ > ‎103 Inovasi 2011‎ > ‎

Reaktor biodiesel

Dear all
Saya mendapat kabar sepotong potong dari BIC staff yg ikut menjadi koordinator Trainees di Jerman , katanya kesulitan untuk akses wifi , sebelum berangkat saya sudah infokan kalau di Jerman jangan harap seenak di Jakarta , dimana saja ada hotspot free lagi. naah ternyata benar, Jadi Jakarta lebih maju soal ICT nya dari eropa ( hehehehe ) , tapi bedanya di jakarta itu pemakai semua , saking inginnya ikut jaman , semua pakai internet , yg tdk bisa gaptek , bedanya tipis, kalau jerman dapat uang krn membuat , kalau jakarta membuang uang karena memakai. silahkan teruskan sendiri .

Naah juga mengenai Waste management , sangat maju , khususnya plastik , laah kalau di jerman , buang plastik dijalan didenda kan , sehingga kotanya bersih , dan limbahnya dikumpulin enak untuk diproses lagi , pabrik pengolah waste enak sekali , satu truk plastik semua.
Kalau di Jakarta , kita "harus" buang dijalan , krn kasihan ke orang lain untuk mata pencaharian pemulung , jadi jakartapun bersih dari botol plastik , dan plastiknya di daur ulang juga , sama saja akhir katanya , cuman di jakarta memberikan penghasilan ke orang miskin , kalau di jerman meberikan penghasilan ke pemerintah krn denda dan tk sampah kota. silahkan pilih mana

teknologi buang , dan proses , sudah dari jaman dulu kala , tidak ada yg baru , hanya metodenya mau pilih mana. teknologi proses waste plastik jadi biofiesel langsung , sudah ada dan dikembangkan jepang , sayangnya harga biodieselnya 10 x lipat dari yg fosil , ya enggak jalan.
Satu karya anak bangsa untuk mengolah minyak jelantah rumahan menjadi biodiesel seperti terlampir , masalahnya apakah harga akhir dari biodiesel , lebih mahal atau murah dibanding minyak tanah.


Comments