Home‎ > ‎Topik‎ > ‎Health (Kesehatan)‎ > ‎Kasur Sehat‎ > ‎Referensi‎ > ‎Kliping Artikel‎ > ‎

Tidur di Kasur Empuk Tak Baik untuk Punggung dan Pinggang

Jakarta, Banyak orang lebih memilih kasur empuk untuk
tidur. Padahal kasur empuk justru memberi beban lebih dan membuat tulang
belakang dan pinggang tak bisa beristirahat. Kasur yang keras lebih
baik untuk punggung dan pinggang.

"Tulang belakang kan mengikuti
bentuk kasur. Kalau kasurnya lunak ya tulang belakang mengikuti bentuk
kasurnya, akhirnya kan nggak istirahat," ujar Dr. Muki Partono, SpOT,
spesialis orthopedi dari RS Puri Indah, saat ditemui dalam acara Media
Gathering RS Puri Indah di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis
(11/8/2011).

Menurut Dr Muki, tidur di lantai yang keras justru
lebih baik untuk tulang belakang dan pinggang dibandingkan tidur di
kasur empuk. Kondisi lantai atau kasur yang keras bisa menyangga tulang
belakang sehingga bisa mengurangi nyeri pinggang dan punggung.

"Kasur
yang membal itu justru tidak baik. Kalau orang dulu kan tidur cuma
pakai dipan yang keras, orang Jepang juga, nah itu justru sehat dan bisa
mengistirahatkan tulang belakang karena ada yang menyangga, serta
meringankan orang yang punya nyeri pinggang," jelas Dr Muki.

Nyeri
pinggang adalah kondisi umum yang dialami banyak orang dan biasanya
dipicu aktivitas fisik seperti melakukan pekerjaan berat, jarang
berolahraga, obesitas (kegemukan) dan gaya hidup yang tidak sehat.

Hampir
80 persen penduduk di seluruh dunia pernah mengalami nyeri pinggang.
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2002 menunjukkan jumlah penderita
nyeri pingga sebesar 18,37 persen dari seluruh pasien nyeri.

Tiga
studi populasi di daerah pantai utara Jawa ditemukan insiden 8,2 persen
pada pria dan 13,6 persen pada wanita. Di rumah sakit Jakarta,
Yogyakarta dan Semarang insiden sekitar 5,4-5,8 persen dengan frekuensi
terbanyak pada usia 45-65 tahun.

Dr Muki menjelaskan bahwa orang
yang mengalami nyeri pinggang bisa disebabkan salah satunya karena
tingginya tekanan pada daerah lumbal (bagian bawah punggung yang
menyangga berat badan).

"Tak ada satupun aktivitas tubuh yang tidak membebani daerah lumbal, bahkan pada
saat tidur," jelas Dr Muki.

Dijelaskan
bahwa pada saat tidur telentang daerah lumbal menyangga beban tubuh
sebesar 25 kg, sedangkan posisi tidur miring justru memberikan beban 3
kali lebih besar, yaitu 75 kg.

"Jadi tidur telentang adalah
posisi tubuh yang paling ringan menyangga beban tubuh. Tapi kalau
tidurnya di kasur empuk ya beban tetap berat, akhirnya tidak bisa
mengistirahatkan lumbal. Posisi yang paling rileks lagi dengan menaruh
bantal di bawah betis saat tidur," jelas Dr Muki.
detikhealth

Salam Hangat,



Venny/Felix

Sumber : http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/24567


Comments