Diteliti, Teknologi Penumbuhan Gigi pada Orang Dewasa

Setelah dilakukan pada organ tubuh pankreas, penelitian tentang sel induk atau sistem sel kini mulai dilakukan pada sayraf utama gigi oleh para peneliti di Indonesia.

Kuta, Kompas - Jika hal ini berhasil, maka kelak cabut gigi pada orang dewasa bukan suatu masalah lagi. Dengan teknologi sel induk, maka gigi orang dewasa dapat tumbuh kembali.

"Hingga kini, tiap kali sakit gigi menyerang, seseorang pastilah akan cepat-cepat pergi ke dokter gigi untuk menambal atau mencabutnya. Tapi, kelak permasalahan itu dapat teratasi tanpa perlu ditambal atau dicabut, tapi dipertahankan sambil menumbuhkan gigi baru,"kata Presiden Asosiasi Peneliti Gigi Internasional (IADR)Indonesia, Boedi Oetomo Roeslan, di sela-sela acara pertemuan tahunan IADR Asia Tenggara di Kuta, Bali, Jumat (7/9).

Lebih dari 250 hasil penelitian mutakhir di bidang kedokteran gigi dipresentasikan dan dibahas dalam pertemuan yang dihari 500 peserta itu.
Menurut Boedi, tahap awal penelitian teknologi sel induk pada gigi sudah dilakukan Universitas Indonesia dengan sistem kolaborasi dengan sejumlah peneliti di sejumlah universitas lain di Jakarta, salah satunya Universitas trisakti, sejak tahun 2005 lalu.

Ia optimis, dengan kreativitas dan kemauan tinggi, penelitian itu akan berhasil dalam beberapa tahun mendatang. Ia sendiri berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah dalam penelitian ini. Salah satunya dalam hal penyediaan peralatan, ketersediaan laboratorium yang representatif, serta peningkatan kapasitas para peneliti.

Penanaman Sel

Penumbuhan gigi baru melalui teknologi sel induk diharapkan menjadi salah satu tonggak kemajuan di bidang kedokteran gigi. Secara teknis, ahli gigi akan menanamkan sel saraf gigi pada tulang rahang pasiennya, lalu memberinya protein agar tumbuh. Gigi muda pun tumbuh di rahang, dentin dan enamel terbebtuk, sehingga akhirnya gigi baru pun tumbuh.

Hingga saat ini, permasalahan kerusakan gigi pasti selalu diselesaikan dengan tambal atau cabut gigi. Akibatnya, gigi akan terus bermasalah dan bahkan ompong. Seseorang pun akan menjadi tidak percaya diri. Solusi lainnya adalah sang pasien membeli gigi palsu untuk mengganti gigi aslinya yang tanggal atau dicabut.

Sebelumnya, teknologi sel induk telah dikembangkan pada pankreas yang terutama untuk mengobati komplikasi akibat diabetes. Teknologi ini sudah diaplikasikan di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Korea, serta Thailand.

Ia menjelaskan sel-sel induk yang dibiakkan dari jaringan, baik jaringan embrionik maupun jaringan dewasa, bisa dimasukkan ke dalam tubuh penderita diabetes dan menggantikan tugas sel-sel yang rusak karena serangan penyakit. (BEN)


Sumber : http://www.pdgi-online.com/v2/index.php?option=com_content&task=view&id=619&Itemid=1


Comments