Home‎ > ‎Topik‎ > ‎Ketahanan Pangan‎ > ‎Referensi‎ > ‎Celoteh Para Peneliti‎ > ‎

Food Security : The Underutilized Crop

Berikut merupakan balasan Ibu Endah, yang sedang menimba ilmu di  University of Nottingham : 

Wa'alaikum salam wr wb


Mas Wildan (saya plesetkan mas well-done yaa...) terimakasih atas undangannya. Maaf saya belum bisa bercerita banyak, karena ni masih dalam skala riset meskipun sdh saya mulai sejak 2003 hingga detik ini. Dan saya masih mengakumulasikan capaian yg saya dapat untuk nantinya dapat dipublish, baik sebagai buku, international jurnal maupun varietas. Perjalanan masih panjang, namun selalu tergelitik ingin melakukan 'sesuatu' yg bermanfaat meskipun masih berada di tengah2 jalan (namun bukan di persimpangan jalan, jadi ngga ragu2 lagi memilih jalannya).


Saya cerita sedikit saja ya....bahwa saya concern di 'the underutilized crop' khususnya di 'breeding program'
Ide awalnya begini, saya berfikir bahwa riset di Indonesia umumnya 'top-down' (tergantung Pemerintah). Yg diteliti tuh tanaman2 yang memang sih kita butuhkan namun ngga bisa tumbuh baik di iklim tropis kaya Indonesia (karena memang asal tanaman tsb sub-tropis). Padahal Indonesia sangat kaya dg plasma nutfah dan mempunyai banyak 'crop' namun masih dipandang sebelah mata shg statusnya masih dianggap sbg 'the underutilized crops'. Nah, saya termasuk yg tertarik ngurusin tanaman ini.


Jujur saja, saya jatuh hati ke 'kacang bogor' (Vigna subterranea (L) Verdcourt) yg sebenarnya tanaman asli Afrika dan dikenal sbg 'bambara groundnut'. Tanaman ini begitu rendah lemaknya (6%) dan protein lumayan tinggi (~24%) serta carbohydrate (60%) dan harganya cukup menarik (kadang sampe 3x kacang tanah). Cuma sayangnya umurnya hampir 5 bulan. Saya ingin mempersembahkan kacang bogor yg berumur 3 bulan saja melalui persilangan galur2 Africa dan Indonesia. Alhamdulillah, University of Nottingham, UK sdh hampir 20 tahun menggeluti bambara groundnut dg didanai Uni Europa dan saya pun ibarat 'tumbu ketemu tutup' bisa melanjutkan riset saya dg menggunakan galur2 Africa.


Sekarang saya sdh mempunyai hybrids lumayan banyak yg sedang saya tanam di Futurecrop glasshouses, University of Nottingham, UK. Untuk menghasilkan hybrids ini, tidak hanya dilakukan persilangkan di growth room, tapi ditest juga dengan microsatelite (SSRs) untuk segera tahu 'certain-hybrids' or just 'self-pollinated'. Saya mengkombinasikan molecular genetics dan conventional methods dalam memuliakan 'the underutilized crops' agar kita bisa segera mendapatkan varietas unggul yg sesuai dg iklim Indonesia, relative menekan ongkos karena yg ditanam yg benar2 'certain-hybrids' dan inshaAllah bisa ditanam dari Sabang hingga Meraoke untuk mencukupi kebutuhan nutrisi masyarakat, karena tanaman ini bisa diolah untuk 'vegetable-milk', 'flour', snacks dan bio-mass nya bisa untuk 'green-fertilizer'. Bisa zero-waste, deh.


Nah, tahun lalu kami pernah apply topic yg sama (Food Security) yg melibatkan Indonesia dan Africa ke IDRC, namun belum berhasil dan..... ngga kapok. Semoga ditengah writing-up ni, bisa submit sebuah proposal untuk mengangkat salah satu 'the underutilized crop' di Indonesia.

Mhn maaf jika ceritanya kepanjangan.

Wassalamu'alaikum wr wb

Endah
Di desa Sutton Bonington
LE12 5RG
UK

Sumber : http://groups.yahoo.com/group/biotek/message/10910

Comments