Home‎ > ‎Topik‎ > ‎Lingkungan (Environment)‎ > ‎Apotek Hidup‎ > ‎Jahe‎ > ‎Kliping Artikel dan Media Massa‎ > ‎

Petani Kekurangan Bibit Jahe

MedanBisnis – Medan. Petani jahe di Sumatera Utara (Sumut) khususnya di daerah Simalungun mengalami kekurangan bibit jahe. Saat ini, harga bibit jahe berkualitas sedang mencapai harga tertinggi, antara Rp12.000 hingga Rp15.000 per kg. Padahal, harga jual jahe dengan kualitas baik saat ini hanya berkisar Rp12.000 per kg.
Kasie Bidang Data dan Perumusan Program Dinas Pertanian (Distan) Sumut, Lusyantini mengatakan, kesulitan bibit yang dialami petani di Simalungun terjadi karena terserang hama.

"Banyak petani yang panen meski umur jahe baru enam bulan karena terserang hama, padahal untuk mendapat bibit berkualitas baik harus panen minimal pada umur tujuh bulan," kata Lusi.

Dia mengatakan, dengan adanya serangan hama tersebut, bukan saja hasil panen petani yang kurang maksimal, bibit yang berkualitas baik pun bisa dibilang tidak bisa didapat oleh petani, sehingga harga bibit di sana menjadi lebih mahal dari daerah lain. Lebih lanjut dia mengatakan, daerah yang menjadi pusat pengembangan jahe di Simalungun adalah Kecamatan Raya, Kecamatan Purba, dan Kecamatan Dolog Pardamean.

Saat ini, ketertarikan petani untuk menanam jahe terus bertambah seiring berkurangnya hama. Walau demikian, petani belum berani menanam jahe di lahan luas. Tanaman jahe yang paling luas berkisar satu hingga dua hektare, hal tersebut terjadi lantaran petani masih kekurangan modal.

Sementara itu, Staff Bidang Informasi Pasar Distan Sumut, Zainal Abdi mengatakan, di Sumut memang belum ada sentra bibit jahe. Untuk itu, kata dia, karena harga bibit di Simalungun agak mahal, lebih baik petani membeli bibit dari daerah Tapanuli Utara yang sedikit lebih murah. "Atau, petani di Simalungun mesti membangun kemitraan dengan pengusaha setempat agar terbantu pengadaan bibit," imbaunya. (cw - 01)

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/10/04/58664/petani_kekurangan_bibit_jahe/#.Tq9fBJ1IUik

Comments