Pelatihan Sistem Bank Sampah (Recycle Bank Training)


Pelatihan sistem bank sampah (Recycle Bank Training) yang dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan Asian Institute of Technology (AIT) ini bertujuan membantu indonesia (Jabar khususnya) dalam pengelolaan lingkungan yg berbasis masyarakat. Pelatihan diadakan selama tiga (3) hari pada tanggal 23 Maret-25 Maret 2009 yang bertempat di Hotel Banana Inn Bandung dan kunjungan lapangan pada tanggal 23 Maret 2009 ke bank sendu, daerah pejaten RT 09/02 pasar minggu. Kegiatan ini diikuti oleg 35 peserta yang terdiri dari LSM, PKK, Guru SMP, Guru SD dan Staf Pemerintahan.

Pada pembukaan, Bpk setiawan selaku Kepala BPLHD Jabar memaparkan mengenai  contoh perubahan-perubahan di bumi misalnya, 60 ton sampah dibuang setiap detiknya. Peringkat resiko lingkungan terhadap angka kematian bayi akibat water born disease, polusi udara, perubahan iklim, kelangkaan air, dll semakin meningkat. Di Indonesia, hutan di Sumatra dan Kalimantan berkurang 6 Ha/ menit dengan kerugian 35 Tiriliun/ tahun. Pulau Jawa menopang 65% jumlah penduduk di Indonesia, yang menghasilkan 80.000 ton/ hari sampah (asumsi jumlah penduduk 100 juta orang).  Menyadari hal tersebut, perlu dilakukan kegiatan untuk memberdayakan sponsorship dari Asian Institute of Technology, recycle bank adalah salah satu cara untuk mendukung sistem pengelolaan sampah melalui penerapan kelembagaan dengan sistem insentif. Oleh karena itu beliau memandang perlunya sosialisasi melalui kegiatan pelatihan ini (Recycle Bank Training).

Ibu Gubernur saat Memberi Sambutan pada Pembukaan Pelatihan

Selain itu, hadir pula Ibu Gubernur, Netty Heryawan selaku Ketua Tim PKK yang berharap kegiatan seperti ini dapat membawa perubahan main settentang sampah menjadi memiliki nilai lebih untuk menyelamatkan lingkungan hidup. Selain itu, dipaparkan bahwa salah satu visi Pemda Jabar adalah tercapainya masyarakat yang mandiri dengan memperhatikan 3 aspek, yaitu pendidikan, kesehatan dan daya beli. Kesehatan tidak hanya identik dengan layanan kesehatan, 75% kesehatan dibangun oleh pola dan gaya hidup mengenai perilaku hidup yang sehat. Pendidikan ini harus melibatkan 42, 1 juta jiwa untuk membangun kesadaran tentang kesehatan melalui PHBS (Perilaku hidup Bersih dan Sehat). Sasaran kegiatan PHBS tersebut adalah rumah tangga, dinas pendidikan, kesehatan dan perkantoran. Gerakan Sadar PHBS (GERSAD) bekerja sama dengan pemerintah Prov. Jabar agar dapat diterapkan di kantor pemerintahan karena petugas di pemerintahan harus dapat menjadi pelopor/ panutan. Salah satu indikasi PHBS di perkantoran adalah dilakukan pemilahan dan pengelolaan sampah (salah satunya dengan konsep 3R).

Pengelolaan sampah secanggih apapun di Tempat Pemrosesan Pengolahan Sampah (TPST) akan mengalami kesulitan bila sampah tidak di pilah dari hulu/ sumber. Sehingga perlu sosialisasi terhadap  sasaran-sasaran PHBS, yaitu dengan dilakukannya pilot project pemilahan dan pengelolaan sampah di pakuan agar menjadi percontohan, sebagai contoh pilot project di daerah pakuan (komplek perumahan gubernur Jabar).

Peserta Pelatihan Pengelolaan Sampah Domestik (Sistem Bank Sampah)

PKK berkonsentrasi pada peningkatan kapasitas di rumah tangga, tantangan yang dihadapi pertama bagaimana mengubah main set mengenai sampah dari bau menjadi sesuatu yang dapat mengehasilkan uang/ berkah. Salah satunya dengan sistem Recycle Bank dengan menabung sampah dapat menghasilkan uang. Tantangan kedua adalah harus dapat membaca situasi sebagai contoh di perkotaan: jumlah wanita karier banyak, sehingga yang melakukan upaya pengelolaan sampah adalah pembantu rumah tangga, sehingga perlu dipikirkan seperti apa sosialisasi yang tepat untuk mereka. 
Diharapkan ada solusi berupa strategi terhadap program pengolahan dan prevensi tentang sampah; adanya tag line tentang pengolahan sampah Jabar misal: Jabar yg Hijau (Green Environment) untuk menghasilkan our green earth, dan kita mampu menjadi agent of change.

Panitia dan Narasumber

Selain dihadiri oleh Bpk Setiawan dan Ibu netty, dalam pelatihan ini turut mengundang Ir. Sri Bebassari, Bpk. Danar A., Lya TK, Ir.MT, Ibu Etty Sumiati, Ibu Dience Siti Hapsah, SH,  Anny Andaryati dan Sobirin Supardiyono sebagai narasumber yang menyampaikan materi berkaitan dgn pelatihan  tersebut.  (Nova/Poppy)







Sumber : BPLHD Jabar


Ċ
Wildan Maulana,
Oct 10, 2010, 11:28 PM
Comments