Home‎ > ‎Topik‎ > ‎Lingkungan (Environment)‎ > ‎Air (Water)‎ > ‎Air Tanah‎ > ‎Kliping‎ > ‎Kliping Berita / Artikel‎ > ‎

Aspadin: Sumber Mata Air Pulau Jawa Kritis

Umum / Rabu, 29 September 2010 21:30 WIB

Metrotvnews.com, Surabaya: Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) menilai sejumlah sumber mata air di Pulau Jawa semakin kritis karena banyak digunakan beberapa kalangan industri untuk pemenuhan kebutuhan bisnis.

"Di sisi lain, sumber mata air di kawasan Indonesia Bagian Timur justru dalam kondisi sangat bagus dan terjaga," kata Ketua Umum Aspadin, Hendro Baroeno, saat mengikuti pelaksanaan Musyawarah Daerah Aspadin Jatim, di Hotel Grand Mercure Mirama, Surabaya, Rabu (29/9).

Namun, ia mengaku, industri tidak menjadi pemicu kekritisan sumber mata air di Pulau Jawa. Apalagi, industri yang menggunakan air tidak hanya perusahaan air minum dalam kemasan. "Semisal, pabrik tekstil, baja, dan keramik," ujarnya.

Selain itu, jelas dia, banyaknya alih fungsi lahan hutan kian menambah parah kekritisan sumber mata air di pulau ini. Untuk itu, pihaknya menyarankan pemerintah mulai mengkaji sisi hidrologi, hidrogeologi, dan hidrometrologi.

"Bahkan, perlu segera melakukan konservasi daerah tangkapan air secara bersama. Di lain pihak, selama ini penggunaan air di Pandaan (Jatim) tidak hanya oleh industri di Jalan Raya Pandaan) tetapi lapangan golf (di atas Pandaan) untuk menyiram lapangan," katanya.

Sementara itu, ia menilai, cuaca panas di Indonesia meningkatkan penjualan air minum dalam kemasan secara nasional karena besarnya kebutuhan pasar untuk menghilangkan dahaga selama menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Kami optimistis kondisi cuaca beberapa pekan ini dapat membukukan peningkatan penjualan 12 persen dibandingkan periode sama tahun lalu," katanya.

Apalagi, tambah dia, banyaknya momen tahunan pada semester II tahun ini seperti Lebaran 1431 hijriah, Natal, dan Tahun Baru ikut memicu tingginya permintaan konsumen. Mengenai penjualan air minum dalam kemasan secara nasional tahun 2009 mencapai 12,8 miliar liter dari semua industri yang ada.

"Kontribusi perusahaan air minum di Jatim menyumbangkan sebanyak 2,5 miliar liter terhadap penjualan nasional," katanya.

Angka penjualan tersebut dihitung sesuai pasokan kemasan dan jumlah karton (yang keluar). Kalau penjualan selama semester I/2010 di Indonesia sekitar tujuh miliar liter. "Komposisinya meliputi 70 persen galon sedangkan sisa 30 persen berasal dari sumbangan penjualan botol dan gelas," katanya.

Di samping itu, Ketua Aspadin Jatim, Andreas Tikno, menambahkan, anomali cuaca tidak terlalu mempengaruhi angka penjualan air minum dalam kemasan secara signifikan walaupun produk tersebut masih menjadi pilihan masyarakat.

"Apalagi, kini penggunaannya semakin meluas. Salah satunya dipakai untuk terapi. Bahkan, banyak dokter yang menyarankan pasiennya minum banyak air," katanya.(Ant/BEY)


Comments