Seri AMPL 35: Kebutuhan Air Baku bagi industri Kawasan Suramdu Kab. Bangkalan Madura

I.                    Kebutuhan Industri Di Kab. Bangkalan (Kawasan Suramadu):

(asumsi kebutuhan industri 1 Ha= 1 liter/detik)

·         Kebutuhan bagi kawasan industri di Kaki Jembatan Kab. Bangkalan = 600 liter/detik

·         Kebutuhan bagi kawasan khusus di Kab Bangkalan                               = 600 liter/deti

Jumlah                                              1.200 liter/detik

II.                 Potensi Sumber-sumber Air Baku

1.       Mata Air Umbulan

Pada saat ini sedang dilakukan tender untuk Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) untuk proyek Umbulan dengan kapasitas 4.000 l/dt, dan penyerapannya telah teralokasi bagi kebutuhan kota/kab sebagai berikut:  Kota Surabaya 1.000 l/dt, Kota Sidoarjo 1.000 l/dt, Kab Gresik 1.300 l/dt, Kota Pasuruan 400 l/dt dan Kab Pasuruan 300 l/dt, jadi kesimpulan sementara untuk air baku yang berasala dari Mata Air Umbulan sudah tidak tersedia lagi bagi supplai kebutuhan industri di Bangkalan Madura.

 

2.       Air Permukaan Sungai Brantas dan anak sungainya:

Dari informasi yang kami peroleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (Ir. Djito Sp1, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air) bahwa kapasitas air baku sungai Brantas sudah tidak memungkinkan untuk diambil bagi kebutuhan air baku industri untuk Kab. Bangkalan Madura, mengingat pemanfaatan yang ada sekarang bagi industri dan PDAM serta kebutuhan yang akan datang sudah habis.

 

3.       Waduk Blega:

Pada saat ini status Waduk Blega sudah disiapkan DEDnya (disiapkan oleh Proyek Irigasi Andalan Jawa Timur/ PT Indah Karya pada tahun 2003 dan diperkirakan pada waktu tahun 2003 yang lalu Waduk Blega membutuhkan biaya sebesar Rp 359  milyar ( biaya studi Rp. 2,7 m, pembebasan tanah  Rp. 145 m dan biaya konstruksi Rp. 212 m).

Perhitungan awal Waduk Blega ini mengalokasikan 0,39 m3/detik bagi kebutuhan industri dan domestik, untuk itu kiranya perlu dilakukan review kembali terhadap alokasi kebutuhannya terutama bagi kebutuhan industrinya).

 

4.       Sungai Bengawan Solo:

Air baku Sungai Bengawan Solo masih sangat potensi untuk menjadi andalan air baku bagi Kab, Bangkalan Madura, namun kendala utama yang dihadapi adalah jaraknya yang mencapai 80 km lebih menjadikan biaya investasi pengambilan nair baku yang akan sangat mahal nantinya. Pada saat kami melakukan survei lapangan kebutulan kami nejumpai Tim Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur yang sedang melakukan pemeriksaan langsung dilangan  akan kondisi kualitas air sungai Bengawan Solo didapatkan data pemeriksaan lapangan sebagai berikut:

 

Laporan Hasil pemeriksaan Lapangan

Tanggal                 : 9 Agustus 2011

Jam                        : 11.00 wib

Lokasi                    : Ujung Pangkah (depan TPI)

Sampel                 : Air Sungai Bengawan Solo

Pemeriksa           : Petugas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur

Hasil Pemeriksaan:

·         pH                          : 7,24

·         Salinity                  : 17,5

·         TDS                        : 16,83

·         Suhu                      : 29,5

·         DHL                        : 28.400 microsiemens

 

5.       Pengolahan Air Laut (Reverse Osmosis);

Alternatif lain yang patut untuk dipertimbangkan adalah menggunakan sumber air baku Air Laut (melalui proses reverse osmosis) dimana pada saat ini telah ditemukan teknologi yang cukup murah sehingga biaya pengolahan akan menjadi tidak terlalu tinggi (contoh Instalasi Jurong Singapura)

 

III.                Saran dan Rekomendasi:

Melihat  begitu besarnya akan kebutuhan air baku dimasa mendatang (20-30 tahun yad) bagi kawasan industri Kawasan Suramadu Kab Bangkalan, kiranya kita sudah mulai memikirkan alternatif mana yang akan menjadi pilhan kita; 1). apakah percepatan pembangunan Waduk Blega akan menjadi prioritas utama , 2). Apakah akan memanafaatkan Sumber Air Baku Sungai Bengawan Solo (dimana dakting pada jembatan Suramadu juga sudah disiapkan; dibawah jalur sepeda motor, untuk peletakan pipanya), atau 3) penggunaan sumber air baku yang berasal dari laut atau ada alternatif lain. Dan mohon masukan dari para aihli terkait terima kasih.

 Sumber : Milis AMPL


Comments