Home‎ > ‎Topik‎ > ‎Pendidikan‎ > ‎Referensi‎ > ‎Kliping Artikel/Media Massa‎ > ‎

RPP Harus Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter

Solo, CyberNews. Semua guru mata pelajaran di Kota Solo diwajibkan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah menyatu dengan pendidikan karakter. Ada 18 indikator pendidikan karakter yang bisa dimasukkan.

"Ini sudah menjadi keharusan. Mestinya semua sekolah sudah mulai menerapkan," kata Pengawas SMP dan SMA Dikpora Surakarta, Soedjinto saat ditemui di kantornya, Rabu (5/10).

Sejumlah 18 indikator ini diantaranya religious, kejujuran, kedisiplinan, sosial, dan lingkungan. Masing-masing indikator diwujudkan dalam kegiatan yang nantinya akan dinilai. Ia memisalkan, dalam mata pelajaran IPA, ada kegiatan untuk memperhatikan masalah-masalah lingkungan seperti pencemaran.

Setelah, diterapkan di semua mata pelajaran maka pendidikan karakter tak hanya bergantung pada mata pelajaran PKn dan Agama. Rencana pembelajaran ini dibuat oleh masing-masing guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Dikatakannya, semua guru mata pelajaran SMAN 3 Surakarta pada hari ini mengikuti workshop implementasi pendidikan karakter melalui proses pembelajaran. Tujuannya untuk mengubah paradigma mengajar. Tugas guru bukan hanya mengajar melainkan menjadi pembimbing dan memberikan contoh pada siswanya. Langkah ini dinilai akan lebih efektif daripada pemberian pendidikan karakter hanya sebatas teori.

"Guru harus bisa menjadi contoh, pendidikan karakter ini merupakan pembiasaan. Dua wujudnya adalah moral dan perilaku," ujarnya.

Indikator-indikator pendidikan karakter yang dimasukkan dalam mata pelajaran akan menjadi acuan penilaian guru. Bukan hanya terhenti pada nilai, harapannya siswa menjadi generasi yang baik antara kecerdasan akademik dan moral.

Namun ia mengingatkan jika pendidikan karakter bukan semata tanggung jawab guru di sekolah saja. Orang tua juga memiliki peran besar dalam pendidikan anak. Orang tua jugalah yang memiliki peran dalam pengawasan siswa di lingkungan di luar sekolah.

( Hanung Soekendro / CN34 / JBSM )


Diskusi 


Comments