Tips dan Trik Pemilahan Sampah di Rumah

  1. Di dapur, gunakan tempat sampah yang berbeda untuk jenis sampah yang berbeda.
    • a). Botol plastik, botol gelas dan kaleng harus masuk kantong plastik berwarna putih transparan
    • b). Kantong keresek, sampah plastik dikumpulkan, kemudian dipadatkan dan diikat dengan rapih
    • c). Sampah organik dapur masuk ke tempah sampah khusus, seperti tong sampah kecil yang ada di sebelah kanan, seperti terlihat di album foto komposter takakura.
    • d). "Sampah protein", seperti bekas masakan daging ayam, ikan dll, disimpan dalam plastik berwarna gelap, setiap sore, "sampah protein" ini jadi pakan lele yang dipelihara dalam tong, BuLeTong atau dalam terpal.
    • e). Sampah yang berupa karton dan kertas harus ditumpuk rapih dan diikat
    • f). Catatan : Plastik Kresek yg digunakan di (1.a) dan (1.d), sebaiknya setelah digunakan, dicuci, dikeringkan, lalu dipakai kembali (jangan dibuang!)
  2. Menyisihkan uang untuk retribusi sampah sebesar Rp. 15.000,- /bulan. 
    Uang ini harus dikelola dengan transparan dan profesional. Karena potensi uang retribusi sampah ini jika di kelola dengan baik 
    dapat membantu program peningkatan IPM masyarakat sekitar, mungkin sahabat bisa mengintip potensi ini melalui kalkulator sederhana 
    yang dapat diakses di alamat : http://openthinklabs.com/sedekah_sampah_untuk_proyek_al_alaq_1_5.html
  3. Untuk memperlancar program 'Nol Sampah', ada beberapa referensi menarik yang dapat dibaca : 

Comments